Tips dan Kiat Mengikuti Tes Wawancara CPNS


Sebelumnya  saya pernah menulis tentang Tips dan Kiat untuk menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), jika tahapan tes tertulis telah dilalaui maka selamat saya ucapakan, karena sudah berhasil  melalui tes dan  diterima menjadi pelayan masyarakat serta  pengabdi negara.

Tetapi di beberapa instansi pemerintahan baik itu pusat maupun daerah ada tahapan proses seleksi selanjutnya yang harus diikuti yaitu tes wawancara. Lantas  untuk apalagi tes wawancara?, biasanya ini dilakukan untuk menilai kepribadian dari beberapa Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) yang telah lulus ujian tertulis, tentunya memilih yang terbaik dari yang terbaik.

Di tahapan terakhir ini tetaplah percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki, bolehlah berbangga hati tapi jangan menjadi jumawa karena sudah menyingkirkan ribuan pelamar lainya, dan  tetap harus tahan mental, karena isu suap pasti akan berhembus kencang ditahapan ini, karena banyak orang yang beranggapan bahwa tes wawancara CPNS hanyalah formalitas belaka, karena disinilah CPNS akan diminta sejumlah uang untuk menduduki formasi yang dibutuhkan.

Jangan percaya dengan isu menyesatkan tersebut adalah solusinya, kalaupun memang ada yang memanfaatkan wawancara sebagai ajang suap-menyuap, sekali lagi berbanggalah dan berbahagialah karena tidak menjadi bagian dari ajang kotor tersebut. Jangan ragu untuk mencatat, merekam dan melaporkan kepada pihak yang berwajib jika memang dirasa ada hal-hal yang janggal  dan aneh dalam proses yang diikuti.

Dalam persiapan menghadapi tes wawancara CPNS, ada tiga hal penting yang harus dipersiapkan, yang pertama adalah mengenali diri sendiri, maksudnya kemampuan untuk mengenali kelebihan dan kekurangan diri, mengetahui  potensi yang ada, keinginan dan kemauan serta mengetahui bidang pekerjaan yang tepat sesuai dengan minat. Dengan mengenal diri akan membangkitkan kepercayan diri sehingga diharapkan tes wawancara dapat dilalui dengan sukses tanpa masalah yang berarti.

Selanjutnya adalah mengenali pekerjaan , sejauh mana memahami pekerjaan yang akan di lamar, kegiatan yang terkait dan permasalahan yang mungkin timbul saat mengerjakan pekerjaan tersebut.

Hal ketiga yang tidak kalah penting adalah mengenali instansi yang dilamar, karena akan lebih mantap untuk bergabung menjadi salah satu pengabdi masyarakat dinstansi yang dilamar, dan pengetahuan tersebut akan menambah poin positif saat wawancara dilakukan.

 

Tips dan Kiatnya

Tips  dan kiat yang dapat diperhatikan sebelum dan saat wawancara CPNS kurang lebihnya adalah sebagai berikut,

Pertama, persiapkan kesehatan dan penampilan fisik,  ketika akan mengikuti wawancara sebaiknya jaga kondisi kesehatan, jangan sampai dihari yang telah ditentukan fisik drop karena sakit, maka hilanglah kesempatan emas yang sudah didepan mata. Berpakain rapi, bersih dan sopan akan menjadi poin tersendiri saat wawancara selain menambah kepercayaan diri.

Kedua, siapkan kondisi psikis untuk tenang dan tetap rileks tetapi fokus pada pertanyaan yg diajukan. Tunjukan rasa bersemangat(antusiasme) dan rasa percaya diri yang tinggi.

Ketiga, persiapkan dokumen yang diperlukan jika diminta panitia, seperti ijazah asli, sertifikasi perguruan tinggi dan lain sebagainya.

Keempat, memastikan tempat pelaksanaan tes wawancara sehari sebelumnya, supaya bisa datang tepat  waktu sehingga konsentrasi tetap terjaga ketika menjawab pertanyaan yang diajukan pewawancara.

Kelima, saat sebelum wawancara, ucapkan salam, jabatlah tangan pewawancara dengan tegas dan hangat, sikap ini menunjukkan sikap yang bersahabat dan menunjukkan cukup percaya diri, sekaligus kesempatan untuk memberikan kesan pertama terhadap pewawancara mengenai diri kita.

Keenam, lakukan kontak atau tatapan mata secara wajar selama wawancara, kontak mata menunjukkan seberapa besar rasa percaya diri yang dimiliki dan seberapa besar minat terhadap sesuatu sekaligus menunjukkan kebenaran pernyataan yang dikemukakan.

Ketujuh, perlihatkan minat dan semangat hal ini dapat ditunjukkan dengan cara bicara tenang, volume suara yang cukup keras dan wajar, serta sikap yang ditampilkan selama wawancara, hal ini akan menggambarkan tentang kesiapan untuk bekerja.

Kedelapan, simak pertanyaan dengan seksama, usahakan agar pewawancara tidak sampai mengulang pertanyaanya, jangan bersikap sok tau apalagi menggurui dan hindari memotong kalimat. Jawab pertanyaan dengan tenang dan fokus pada pertanyaan, jangan melebar kemana-mana.

Kesembilan, aktif dalam percakapan, segeralah jawab pertanyaan yang diajukan jika di minta menjelaskan jelaskan sedetail mungkin. Bicaralah dengan jelas, pergunakan bahasa yang baik dan benar, usahakan artikulasi dan suara  cukup jelas terdengar.

Kesepuluh, mohon dukungan do’a dari orang-orang yang dicintai dan dikasihi, seperti orang tua, istri, suami dan kerabat dekat agar ciat-ciata mulia itu terwujud.

Pertanyaan yang biasa diajukan adalah mengenai pengalaman kerja jika yang sudah pernah bekerja dan pengalaman berorganisasi bagi yang belum pernah bekerja, pertanyaan seputar skripsi yang pernah dibuat saat menyelesaikan kuliah, analisa tentang isu terhangat seperti masalah korupsi, good government dan lain sebagainya, dan pertanyaan teknis sesuai dengan keahlian dan manfaat yang bisa di ambil atau di aplikasikan di kantor jika menjadi pegawai di instansi bersangkutan, dalam beberapa kasus ada juga pertanyaan yang menguji kemampuan berbahasa asing kita, tapi biasanya bukan pertanyaan yang sulit namun memberikan nilai yang plus bagi pewawancara.

Tips dan kiat ini saya rangkum dari berbagai sumber, semoga bermanfaat dan berguna bagi para calon CPNS yang sedang menunggu tes wawancara [Sumber: http://birokrasi.kompasiana.com/2010/12/08/tips-dan-kiat-mengikuti-tes-wawancara-cpns/]

TAMBAHAN DARI ADMIN BERKAHDAFFATOUR BAGI PELAMAR POSISI SEBAGAI DOSEN

Mungkin diantara pembaca ada yang melamar sebagai dosen. Pada intinya tips dan kiat mengikuti wawancara untuk posisi dosen tidak banyak berbeda dengan yang sudah ada di atas. Seorang dosen adalah pendidik, pengajar, peneliti serta pengayom masyarakat. Oleh karena itu, seorang dosen diharuskan memiliki latar belakang akademik hingga jenjang S3. Saat ini, sebagian universitas masih mensyaratkan pelamarnya memegang ijazah S2. Dengan demikian, di saat wawancara penerimaan calon dosen dimungkinkan akan ada pertanyaan-pertanyaan seperti (1) Kapan anda mau S3 ? (2)  Kemana anda mau melanjutkan S3 ? (3) Bidang apa yang akan anda dalami di S3 nantinya ?

Pertanyaan-pertanyaan ini sangat sederhana, akan tetapi anda perlu menjawabnya dengan baik, bukan asal bunyi (“asbun”). Anda tidak perlu beretorika di dalam menjawabnya, sebab hal itu akan membosankan dan anda akan terlihat “bodoh”. Sebagai seorang calon dosen, anda harus menjawabnya dengan jujur dan didukung oleh agrumen dan data-data ilmiah. Kapan anda mau S3 ?  Barangkali jawaban yang bisa disampaikan: “Saya sangat berniat melanjutkan S3 secepatnya, tentunya dengan persetujuan jurusan/universitas”.  Kemana anda mau S3 dan bidang apa yang akan anda dalami ? Untuk poin ini, Anda harus terlihat betul-betul menguasai bidang Anda. Misalnya, Anda berniat mendalami bidang ekonofisika, maka jawaban yang barangkali disampaikan adalah: “Saya berniat melanjutkan pendidikan ke Purdue University karena untuk bidang yang akan saya dalami (ekonofisika), universitas ini memiliki tim peneliti/research yang sangat berpengalaman dan terkenal. Sesuai dengan ranking dunia universitas (sebutkan sumber rangkingnya di sini) untuk bidang ekonofisika, Purdue University berada pada peringkat …..” Mungkin akan muncul tambahan pertanyaan: Bagaimana pembiayaannya ? Anda kumpulkan informasi mengenai kemungkinan-kemungkinan beasiswa yang bisa dilamar, mulai dari beasiswa DIKTI, hingga sumber beasiswa yang lain. Pertanyaan lain yang juga mungkin muncul adalah:  Apa faedah ilmu yang akan anda dalami bagi universitas secara khusus dan Indonesia secara umum ? Anda juga harus menjawab hal ini dengan data-data yang aktual. Anda kumpulkan data tentang potensi-potensi daerah atau potensi Indonesia yang belum terkelola maksimal, kemudian anda jelaskan bagaimana dengan ilmu yang akan anda dalami  maka potensi-potensi itu diharapkan bisa menjadi “energi” bagi pembangunan di daerah Anda atau Indonesia secara umumnya. Dengan demikian, jika universitas merekrut Anda, maka anda akan memberikan kontribusi bagi pembangunan universitas, daerah dan bahkan Indonesia.

Saran terakhir kami, jalani wawancara dengan normal dan jauhkan rasa takut dari diri Anda. Jika Anda bisa mengalahkan/menaklukkan rasa takut dalam diri Anda, maka barulah Anda bisa menaklukkan interviewers. Jika Anda menjawab pertanyaan dalam keadaan takut dan tegang, maka “jawaban orang dalam kondisi takut dan tegang tidak akan jujur dan tidak akan enak di dengar. TIDAK ADA YANG PERLU ANDA TAKUTKAN, LULUS ATAU TIDAK ANDA JADI PNS, SUDAH DITENTUKAN OLEH ALLAH. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Ketahuilah, seandainya (seluruh) umat manusia bersatu untuk memberikan suatu manfaat (kebaikan) bagimu, maka mereka tidak mampu memberikan manfaat bagimu kecuali dengan suatu (kebaikan) yang telah Allah tetapkan bagimu. Dan seandainya mereka bersatu untuk mencelakakan kamu dengan suatu (keburukan) maka mereka tidak mampu mencelakakanmu kecuali dengan suatu (keburukan) yang telah Allah tetapkan akan menimpamu. Pena (untuk menuliskan segala ketentuan takdir Allah) telah diangkat dan lembaran-lembaran (tempat menuliskannya) telah kering”[HR at-Tirmidzi (no. 2516) dan Ahmad (1/293), dinyatakan shahih oleh imam at-Tirmidzi dan Syaikh al-Albani rahimahullah]

Lakukan usaha terbaik, berdo’a dan bertawakkallah kepada Allah ta’ala…Demikian, sedikit tambahan dari kami, semoga ada faedahnya.

<?= get_HitsMechanic();?>

Leave a Reply